semenjak terbunyikan pluit di atas rumput hijau gbk
kisaran satu bulan yang lalu dari sekarang
semua terhanyut, mulai anak kecil usia sekolahan sampai perempuan tua
menjadi penonton bola dadakan yang seakan akan pengamat ulung tentang bola
semua senang, semua bangga bak terhujani air di padang pasir yang setahun tak turun hujan
kudengar celotehan dimana mana, di jalan, sekolah, media, apalagi di televisi, tiada hentinya mengumandangkan indonesia indonesia (bukan berarti aku tidak cinta) tapi hanya sedikit risih saja seakan akan kita t`lah menjuarai khalayak `world cup` padahal apa?
hanya lolos ke semifinal aja sudah sombongnya setengah mati..
dan sekarang kita ambil buahnya,, GAGAL JADI JUARA,,
lawan yang pernah kita kalahkan jadi bumerang buat negeri ini,
......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar