Jumat, 17 Agustus 2012
67 tahun merdeka ?
eehhh,, sudah ENAM PULUH TUJUH tahun ya?
oohh,, kirain masih 6 tahun,hehe
klo di manusiakan, umur segitu sudah tua ya, mungkin orangnya kalo berjalan sudah menggunakan tongkat kali, mbungkuk dan tertatih tatih jalannya,
kalo di liat dari segi agama, ini Islam ya,, umur segitu sudah memasuki waktu tenggang, eh alias kelebihan umur,soalnya patokan kita adalah umur Nabi Muhammad SAW hanya 63 tahun, jadi kita lebih tiga tahun eeh salah, 4 tahun maksud ku,hehe
ya alhamdulillah sudah di kasih umur segitu oleh Allah SWT,
tapi kok, dengan umur yang begitu panjang, kok masih ada orang berebut zakat yang hanya 20rb, memecah batu demi sesuap nasi, "pengeker eker" sampah hanya untuk mencari sekoin uang, ya seenggaknya dengan berjalannya waktu yang lumayan lama, ada sedikit perubahan lah, dari nasib orang orang seperti itu, lah kok malah gaji pns yang di naikin
oke oke, kata orang orang luar sana, kita bangsa yang tidak terlalu kena krisis yang berimbas pada ekonomi kita, dan aku akui IMF sempat meminta bantuan kepada Indonesia (mbaca di koran) akan tetapi, entah berapa banyak kepala lagi yang masih mengayunkan kapak, mengendalikan alat alat berat di perusahan asing yang ada di tanah kita ini,
rasis ya kalo bilang masalah ini, tapi kenyataan nya begitu, risih banget ngeliat orang asing duduk sila di bumu pertiwi ini sedangkan orang pribumi sendiri yang mengantarkan kopinya, risih banget,
pengen aku buka telinga hati para pemimpin bangsa untuk sekedar mengerti keadaan bangsa ini, jangan terlena dengan ucapan manis saja tuan ku yang budiman,
lihatlah, tengoklah negeri ini lebih mendalam, jangan hanya duduk di kursi mobil saja, coba jalan kaki lihat kanan kiri, jangan hanya memainkan hp saja, coba turun kejalan tengok suara hati rakyatmu
mana janji mu waktu gembar gembor pemilu, "pilih nomer bla bla, akan bla bla bla"
mana janji mu, mana
kami kenyang janji, kami kenyang omongan omongan,
tapi kami haus bukti
ENAM PULUH TUJUH tahun, kami merdeka hanya dalam hitungan matematika
akan tetapi kami masih sangat menderita
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar