Sabtu, 20 Juli 2013

dialog bintang bulan

Bulan dan bintang

Bulan : bintang, kenapa kamu sayup-sayup? padahal kamu sebenarnya lebih bercahaya daripada aku?
bintang :aku sayup sayup karena aku menghormatimu, aku tidak mau menggunakan cahayaku untuk melawan cahayamu, aku hanya ingin dibelakangmu agar kamu lebih bercahaya
Bulan : kenapa kamu tidak memilih matahari saja untuk menemanimu?
bintang : aku tidak mau keegoisan, aku tidak suka keserakahan, yang aku mau kebersamaan untuk menciptakan kecerahan
Bulan : lantas, kenapa kamu memilih malam untuk menampakkan dirimu?
Bintang : karena dimalam hari, kita akan tampak lebih indah bersama sama, kita lebih khusuk bermunajat bersama sama disaat yang lain tidur, dan yang terpenting di malam hari tidak ada keserakahan yang meyelimuti kita, tidak ada kesombongan, kedengkian yang tersebar di siang hari .

 bulan : mengapa kamu rela menemani aku, padahal aku disini ibarat sampah yang berserakkan di dunia ini?
bintang : kamu bukanlah sampah, sampah tidak akan tahu tugas tugasnya sendiri
bulan : tugas tugas yang bagaimana?
bintang : kamu melaksanakan tugasmu sebagai penerang malam, kamu rela berubah bentuk guna untuk keperluan perhitungan, bagiku itu sudah cukup.
bulan : tapi tapi, saya kan jauh kalah sama matahari?
bintang : seenggaknya kamu tidak serakah seperti matahari
bulan : inti dari semua ini apa emang? saya tidak mengerti?
bintang : saya tidak bisa harus berkata apa lagi, saya tidak tahu mau bagaimana lagi, yang saya tahu, saya merasa bahagia kalau saya bersama kamu menerangi malam,
bulan : terimakasih, dan sebenarnya saya juga sangat bahagia kalau kamu begitu, dan itu sudah saya rasakan dari dahulu.
bintang : kenapa kamu tidak bilang?
bulan : saya merasa belum pantas saja, saya tidak pengen sesuatu yang saya bahagia in itu terluka karena ketidakpantasan saya, baiklah, ayo kita sujud bersama meminta restu kepada Sangpemilik malam. (istikharoh)

20-7-2013
00.33

1 komentar: