Kalau dilihat lihat, kok orang
orang melihatnya hanya diluarnya saja ya, entah kenapa saya tidak tahu alasan
orang orang tersebut yang memiliki cara
pilih yang seperti itu,
Maksudnya melihat dari luar itu,
hanya menilai apa yang dilihat pada kasat matanya, apa yang disentuh oleh
kulitnya
Ini bukan tulisan untuk
menyombongkan, maksud saya saya heran saja dengan orang orang itu, padahal
banyak aspek yang harus dipertimbangkan, bukannya hidup ini penuh pertimbangan
ya? Dan pokok penting pada penilaian itu bukan pada aspek nyata diluar saja,
cek juga aspek dalamnya, Insya Allah saya berani nulis seperti ini soalnya dari
buku yang telah saya baca, dari pengalaman orang orang terdahulu dan orang
orang di sekitar saya yang menceritakan langsung kepada saya
Sering saya temui orang orang
yang seperti ini, “wuiih cantik banget ni cewek, aku pacarin ah“ dan yang ini
lagi, “astaga, ganteng banget cowok ini,perfect
banget, aku ga nolak deh kalau di
tembak“ bla blabla
Terus setelah kesampaian hajatmu tentang itu semua, emang
sih kamu ngerasa bangga, kamu ngerasa senang, tapi apakah kamu bias njamin kamu
bakalan bahasia seutuhnya dengan itu semua,? Apakah kamu bias awet sampai
nanti, sampai mati? Terus kalau kamu sudah menikah, kamu yakin kamu bahagia
dengan orang tersebut?
tapi apa yang terjadi setelah itu, dan lagi lagi saya mengalami itu tentang orang orang seperti itu laangsung, dia dengan gebetannya hanya mampu bertahan tidak lebih dari 3 tahun, waktu yang lumayan lah untuk mencintai dengan alasan itu, ada juga yang belum beranjak 1 tahun mereka sudah putus, buseet keren
tapi apa yang terjadi setelah itu, dan lagi lagi saya mengalami itu tentang orang orang seperti itu laangsung, dia dengan gebetannya hanya mampu bertahan tidak lebih dari 3 tahun, waktu yang lumayan lah untuk mencintai dengan alasan itu, ada juga yang belum beranjak 1 tahun mereka sudah putus, buseet keren
Terus anehnya, dia yang mencintai
dengan alasan tersebut, mencoba lagi mencintai dengan alasan yang sama, koplak
banget kan,saya tidak habis piker, kenapa ya,?
Sekali lagi, ini bukan maksud untuk
mengedepankan sifat sombong,
Inti dari semua tulisan ini,
jangan kamu lihat, jangan kamu menilai hanya dari kasat mata saja kawan, dunia
ini menipu, kadang yang kita anggap buruk itu baik, dan kadang pula yang kita
anggap baik justru mencelakakan kita.
Dan dengan tulisan ini, untuk
perempuan yang ditakdirkan untuk saya kelak, saya mohon jangan menilai saya
hanya dengan kasat mata saja, coba lihat aspek aspek lainnya juga
Saya menyadari, betapa tidak
sempurnanya saya, saya bukan sosok yang tampan rupawan seperti tokoh tokoh film
drama korea, saya bukan seseorang yang kaya raya yang punya rumah gedongan, dan
saya yang ahli akan bermacam macam ilmu pengetahuan,dll,bukannya itu semua
sudah menjadi kodrat manusia ya? Bukannya itu semua sudah menjadi makanan sehari
hari umat manusia ya? Kan manusia tempatnya salah, kan manusia tempatnya
kekhilafan dan kejelekan,, yang mempunyai sifat sempurna kan Tuhan semesta
alam,,
Cobalah perempuanku, yang menjadi
khodijahku kelak,, terimalah apa adanya saya, dan saya teramat senang kalau kamu begitu.
Dan saya untukmu, saya tidak menilai kamu dari kecantikanmu, saya menilai
kamu dari apa yang kamu perbuat untukku, saya sering berpikir, saya sering
merenung, apasih yang dicari oleh manusia kalau selain kebahagiaan?
Dan saya menyimpulkan, bahagia itu bukan karena punya harta yang banyak,
karena banyak orang kaya yang hidupnya tidak bahagia, bahagia itu bukan
karena punya cowok atau cewek yang
keren, yang beken, karena sudah sering kita lihat orang seperti mereka
hubungannya tidak lama,
Namun bagi saya, bahagia itu dimana kita bias saling membuat
tersenyum.
Untuk perempuanku, saya tidak mau
satu diantara kita, atau kita semua memiliki rasa yang sudah saya tuliskan di
atas, cobalah kamu tulus mencintaiku bukan karena ini karena itu, karena karena
yang tidak kekal, yang tidak abadi, yang hakekatnya manusia itu gudangnya
kejelekan, dan saya yakin kelak wajah yang ganteng bakal keriput, harta yang
kaya bakal sirna, mobil mewah bakal ketabrak dan rusak, rumah besar bakal
kebakaran dan hangus, tapi cintailah kekuranganku melebihi kebaikanku, karena
kelak kamu bakal bahagia, dan karena kamu bahagia, saya ikut sangat bahagia.
Halooow Dek, diam-diam aq ngikutin dan baca blog kamu lho.. hehehe
BalasHapusKeep writing!