Nah. Kalimat yang terakhir di atas yang sekarang menjadi point besar perseteruan antar manusia, antar kelompok manusia. Banyak orang meng-klaim kebenaran sendiri atas paparannya, baik yang di kemukakan pribadi maupun kelompok.
Hal ini bisa dilihat dari kenyataan sekarang bahwa banyak orang mengolok olok orang lain, bahkan ulama ulama sepuh di katakan dengan perkataan tidak sopan.
Pernah ada suatu cerita ttg Gus Dur ketika di fitnah oleh seseorang tentang dirinya. Yang dikatakan liberal, antek Yahudi dll. Namun ketika di ketemuni Gus Dur nya, dan diminta keterangan apa sikap Gus Dur jika di katakan seperti itu, Gus Dur pun menjawab kurang lebih seperti ini, "yowis biarkan, lah orang itu mencari nafkah dengan melakukan seperti itu, kasian anak istrinya menunggu nafkah orang tersebut, kalau saya lawan nanti bagaimana nasib anak istrinya?" Seketika si penanya ke Gus Dur terdiam
Ketika banyak nya kejadian seperti itu, saya merasa kenapa sih banyak orang mencampuri urusan Tuhan untuk menilai buruk baiknya hal yang mengarah "vertikal? Habluminannallah itu hanya Tuhan yang bisa menilai. Kenapa banyak orang orang seperti Tuhan?
Kalau disekolah, yang hanya bisa memberi nilai kepada murid adalah guru, kenapa sekarang murid lancang memberi nilai kepada sesama murid?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar