Rabu, 07 Desember 2016

Banyak hal yang ku temui mengenai hidup dan menjadi bekal penting untuk mengarungi kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Sekitar bulan April tahun ini, ada kejadian yang mungkin bagi saya mendapatkan pelajaran yang sangat penting, yaitu seorang anak harus dan wajib patuh kepada orang tua. Ada seorang anak ya bisa di anggap saudara sendiri dari sahabat nya bapak saat jadi tenaga penyuluh, anak ini ketika hendak menikah sudah memperkenalkan calon istrinya ke keluarga nya, anak ini sangat senang dengan perempuan ini dan memiliki hasrat untuk menikahinya tahun ini (2016)
Ternyata setelah di perkenalkan dengan keluarganya, ibu dari laki laki ini memiliki rasa yang berbeda, entah kenapa ada ucapan dari ibunya, maksud dari ibunya adalah menanyakan yang kurang lebih kalimatnya seperti ini "apa tidak ada perempuan lain ta nak?" Maksud hati untuk menanyakan dengan baik, dengan nada yang juga lembut, namun si anak menangkapnya lain, dengan hati yang agak panas mungkin tersinggung dengan ucapan ibunya entah bagaimana si anak laki-laki ini bisa di bilang menaruh dendam dengan ibunya *sumber cerita dari bapak dan ibu saya
Setelah sekian lama, si ibu dari laki laki ini mengalami sakit, ya mungkin sudah jadi kebiasaan sakitnya ini di sembunyikan dari orang lain, bahkan sahabatnya yaitu bapak ibu saya. Ibu bapak saya tidak tahu bahwa bude ini sakit, oh ya saya memanggilnya bude, bude sakit telah lama, saat saya berkunjung ke rumahnya, bude jalannya ga sempurna mungkin ada masalah di sarafnya, tp tidak terlihat wajah kesakitan sama sekali
Namun kalau tidak salah di bulan April tahun ini, kita semua di kagetkan dengan berita bahwa bude meninggal dunia, bada isya, padahal setelah magrib masih ceria dan omong2an dengan pakde,
Seketika itu ibu menyuruh saya ke rumah bude apa benar bude meninggal, tanpa berpikir panjang aku minta temenin dengan teman Kos saya ke rumah bude, dan benar bude sudah meninggal dan ibu bapak masdi kabarkan malam itu lgsg berangkat dari Pasuruan ke rumah bude
Besoknya pun di makamkan, namun berangkatnya agak siang, karena menunggu 2 anaknya tiba, ada yang di Sulawesi dan ada jg satunya saya ga tau kemana. Dan cerita ini menjadi pelajaran untuk saya karena si anak yg tidak tau dimana itu, yg dulunya pernah mengenal kan perempuan sesuai cerita di atas
Saat anak yang dari Sulawesi datang, langsung saja jenazah di berangkat kan ke pemakaman tanpa ada anak satunya datang
Pertanyaannya? Kenapa sebegitunya ke ibunya? Bahkan ketika meninggal tidak datang untuk sekedar memberi penghormatan terakhir?
Ibu? Entahlah mendengar kata itu seketika hatiku merinding.. pertanyaan besar, kok ada ya anak yang seperti itu? Saya doakan segera ada hidayah untuk anak ini
Setelah semua selesai, sudah di makamkan, dan kami sekeluarga pun pulang ke Pasuruan, Dan malamnya pun bapak saya mengumpulkan seluruh anggota keluarga untuk merenungi kejadian ini dan jadikan sebagai pelajaran besar untuk hidup, kenapa? Pertanyaan yang mungkin menjadi pertanyaan besar untuk hidup kami
Jangan sekali-kali menyakiti hati seorang ibu, itulah yang ibu saya ucapkan kala malam itu saat kami berkumpul, dengan dana sedu sedan ibu mengucapkannya, "bude iku sudah lama sakit, namun yang saya sesali kenapa ga pernah bilang ke ibu? Yg bisa di bilang org dekatnya? Kenapa? " Malam itu pun pecah dengan suara parau ibu
Mungkin bude pernah bilang yg kayaknya tidak menyetujui dengan perempuan itu, namun apakah seorang anak ada hak untuk memperlakukan ibunya sendiri seperti itu? Sampai2 saat ibunya meninggal tidak hadir di pemakamannya?
Padahal maksud bude itu cuma tanya saja, dan kalau di pikir, bisa kok menjawab dengan " bu, ini perempuan pilihanku, InsyaAllah saya cinta, dan tidak menjadi beban ibu, dan saya sadar bahwa tanggung jawab perempuan ini di tangan saya" kan bisa menjawab seperti itu?

Pelajaran penting yang saya ulangi ini adalah, jangan sekali-kali menyakit hati seorang ibu, atau ibu ibu yang lain, apalagi mengajak orang lain untuk durhaka kepada ibunya. Iya aku lagi sangat kangen pada seseorang, ya mungkin lagi sulit untuk ketemu karena masih belum mendapatkan restu dari ibunya, tanpa ada alasan apapun dilarang bertemu, padahal belum pernah ketemu dengan saya atau sekedar memberi kesempatan untuk berbicara.. yasudah tidak masalah, doakan saja, semoga semuanya sehat, dan barokah Allah selalu melimpah kepada ibunya dan keluarganya,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar