Minggu, 02 April 2017

Ketika berbicara masa sekarang, pastinya kau tidak bisa terlepas dengan adanya realita masa lalu dan juga akan berimbas pada suatu hal yg akan terjadi di masa mendatang. Kenyataan serta realita masa lalu tentunya tidak akan bisa dilupakan, dan itu sangat manusiawi yang Tuhan berikan akal dan memori ingatan pada diri manusia. Dan disini letak nilai manusia itu mengenai realita di masa lalu, apakah bisa belajar dan menjadi lebih baik atau tidak untuk bekal di masa mendatang.
Ketika berbicara mengenai masa depan, bearti ada satu kaitan dengan bagaimana takdir kamu yang sudah di atur oleh Tuhan dan manusia tidak pernah tahu seperti apa itu semua. Godaan datang, keragu-raguan membuat manusia berfikir apa benar nanti saya hidup enak? Muncul perilaku pelit karena mindset yang ketakutan akan kehilangan atau takut akan kelaparan. Dari dampak keragu-raguan muncul lagi dampak yang lain yaitu bersuuzdon kepada Tuhan bahwa nanti di takdirkan hidup susah atau keinginan yg tidak terwujud.. Ketakutan dan keragu-raguan inilah yang pernah kami bahas bareng teman2, dari mana itu keragu-raguan dan ketakutan itu muncul? Dan mungkin tekat kami untuk membasmi virus dari dari diri, kami berempat mempunyai misi yang mungkin secara itung2 an matematika tidak mungkin dilaksanakan karena misi tersebut butuh banyak dana, dan sekarang kami berempat hanya seorang mahasiswa yg baru lulus..
Dari kesadaran itu semua, muncul suatu quote atau frase penyemangat, "seng penting yakin". Frase tersebut sebagai obat keragu-raguan tentang kehendak pencipta, dan membasmi kesuuzon an kita kepada sang Pembuat Rencana Hidup, yang mungkin virus2 tersebut bisa menggerogoti iman kita tanpa di sadari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar