tersirat dalam sebuah pesan alam mengalun indah di telinga, menghujam keras di qolbuku
terbias dalam ucapan lembut yang menuntunku ke alam biru penuh asa
tergurat di atas sisi kilaunya untuk di samarkan dalam bentuk fatamorgana,
fatamorgana???
oh tentu tidak???
hanya saja terlalu besar untuk merasakannya
seperti telapak tangan ini ku taruh tepat menutupi kedua mataku
kosong,,,,
jiwaku kosong merasakannya,,
ku coba `tuk meraba, apa daya,,
aku bagaikan kayu usang yang terinjak injak di jalan hitam ini,,
terkentuti oleh besi besi jepang yang memaksaku diam,,
kosong,,,,
mencoba `tuk bernafas kembali di arena tulis ini
dan membuat senyumnya lebar kembali,,
tapi apa daya,,
aku seperti terjerembam dan pincang tuk kembali,,,
ahhhhhhhhhhhh,,,, ( missing )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar