terhanyut aku ke dalam parasmu
tak sadar aku melihatmu
terkuras semua jiwaku
tetesan air mata ini tak bisa menghapus semua
aku semua ini berakhir
dengan senyuman pasti, entah apa atau apa, harus dengan senyum
aku hanyalah manusia usang yang hidup di antara belantara manusia lain
yang berhati layaknya kyai, yang berkelakuan seperti para ulama`
lha aku,, aku apa???
yang seperti kayu lapuk di tengah lautan, terombang ambing dalam kebimbanagn
aku ini seperti kapas yang mudah tertiup oleh angin kegalauan,
satu
tertanam dalam jiwaku bagai kerangkeng baja jutaan ton mengekangku tuk membunuhku,
layakkah aku menggapaimu dengan kekotoran ini
layakkah aku menyandingkannya semua ini dengan kesucian yang kau miliki,
parasmu terlalu lembut, tapi aku tetap berusaha menghilangkannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar