Bissmillah
Tepat kemaren pada tanggal 29 juli 2013, di pondok pesantren
salafiyah kota pasuruan dekat rumah saya
menjadi tempat jujugan orang orang untuk menghadiri kegiatan yang terkenal
untuk kalangan santri di kota dan kabupaten pasuruan, acara tersebut yaitu
khotmul qur’an keliling yang dipimpin oleh seorang Habib karismatik yaitu Habib
Taufiq As segaf, yang tidak lain merupakan pengasuh pondok sunniah salafiyah
kraton pasuruan
Pada acara tersebut, tampak pula seorang yang terkenal
dipemerintahan Provinsi Jatim, Gus ipul dan juga bapak walikota pasuruan pak
hasani
Naah, yang bikin saya “greget” untuk nulis ini, tidak lain
tidak bukan adanya gus ipul serta ceramah dari habib taufiq. Awal mula saya
mendatangi pondok untuk ikut khataman (nama familiar dikalangan santi untuk
Khotmul Quran) hati saya senang sekali, maklum sudah beberapa hari waktu saya,
saya habiskan di kota lain dan saya teramat gersang dengan acara ini lagi,
apalagi menuju pondoknya saya bareng bareng dengan teman sepermainan dikampung
kebonsari ini, aahh alangkah nikmatnya (biasalah, nostalgia waktu kecil)
Sluman slumun kami berjalan waah, tampak berjejer mobil
mobil mewah dijalan, tampak pula sepeda sepda motor terparkir dipinggir jalan, semakin
ramai saja acara ini, Alhamdulillah
Namun, ada sedikit penyesalan dating dari kami, kami
berangkat sedikit telat, surat surat pendeknya sudah habis dibaca, tinggal doa
doa dan tausiah yang tersisa, tapi tak apalah lanjut saja kami tetap menuju
pondok.
Ketika sudah berada dilokasi khataman, kami pun bergegas
mencari tempat duduk, hahaha rupanya kami sedikit kurang beruntung, orang orang
sudah berjubel duduk menmpati tikar yang sudah disediakan, kami pun berdiri dan
menoleh kesana kemari untuk mencari celah diantara orang orang, mungkin saja
ada ada tempat, yaa untunglah, kami “mrepet mrepet” dan dapat juga
Doa mulai dipanjatkan, kami semua meng”aamiini”, tapi dari
semua doa doa yang ada, saya terpaku pada doa yang satu ini, yaitu doa “birrul
walidain” , yaaaapp,, itu doa untuk kedua orang tua, doa yang mengandung arti
dalam, dan setiap membaca arinya, bias bergetar dan bahkan nangis.
Tapi dari semua cerita diatas bukan tujuan utama saya
menulis ini, tujuan utama saya menulis ini yaitu terdapat pada ceramah habib
taufiq tentang nilai nilai kehidupan yang rumit dan berat, sangat harus berhati
hati jika kita tidak ingin terpeleset didunia ini, akhlak itu sangat perlu,
ilmu juga perlu, taat itu wajib,, intinya semua sikap terhadap horizontal dan vertical
harus berjalan, salah satu tidak berjalan, maka sia sia
Sebuah contoh masalah, “pada suatu hari ada beberapa kios
ludes terbakar, tapi anehnya sebuah kios disana ada satu yang tidak terbakar,
yang tidak lain kios milik orang saleh. Dan seseorang mengabarkan pada pemilik
kios,” “pak, kios bapak tidak terbakar’” dan dijawab sama pemilik kios
tersebut, “Alhamdulillah” seketika itu sang pemilik kios itu ingat bahwa dia
mengucapkan Alhamdulillah diantara kesusahan orang orang lain, seketika itupula
dia beristighfar dan memohon ampun pada Allah, dia takut kalau semua kebaikan
yang dia lakukan selama ini bisa rontok akibat yang dia ucapkan, subhannallah
Inilah inti yang
ingin saya tulis, betapa beratnya hidup manusia itu, kita harus berhati hati,
semua yang kita lakukan haruslah ada dasarnya, dan haruslah kita tetap waspada.
Semoga kita semua diberi ridho oleh Allah azzawajalah untuk
senantiasa istikomah berbuat baik, dan selalu bisa menggapai ilmu Allah yang
bertebaran di muka bumi ini, aamiin,
waassalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar