Rabu, 31 Juli 2013

Bissmillah
Tepat kemaren pada tanggal 29 juli 2013, di pondok pesantren salafiyah kota pasuruan  dekat rumah saya menjadi tempat jujugan orang orang untuk menghadiri kegiatan yang terkenal untuk kalangan santri di kota dan kabupaten pasuruan, acara tersebut yaitu khotmul qur’an keliling yang dipimpin oleh seorang Habib karismatik yaitu Habib Taufiq As segaf, yang tidak lain merupakan pengasuh pondok sunniah salafiyah kraton pasuruan
Pada acara tersebut, tampak pula seorang yang terkenal dipemerintahan Provinsi Jatim, Gus ipul dan juga bapak walikota pasuruan pak hasani
Naah, yang bikin saya “greget” untuk nulis ini, tidak lain tidak bukan adanya gus ipul serta ceramah dari habib taufiq. Awal mula saya mendatangi pondok untuk ikut khataman (nama familiar dikalangan santi untuk Khotmul Quran) hati saya senang sekali, maklum sudah beberapa hari waktu saya, saya habiskan di kota lain dan saya teramat gersang dengan acara ini lagi, apalagi menuju pondoknya saya bareng bareng dengan teman sepermainan dikampung kebonsari ini, aahh alangkah nikmatnya (biasalah, nostalgia waktu kecil)
Sluman slumun kami berjalan waah, tampak berjejer mobil mobil mewah dijalan, tampak pula sepeda sepda motor terparkir dipinggir jalan, semakin ramai saja acara ini, Alhamdulillah
Namun, ada sedikit penyesalan dating dari kami, kami berangkat sedikit telat, surat surat pendeknya sudah habis dibaca, tinggal doa doa dan tausiah yang tersisa, tapi tak apalah lanjut saja kami tetap menuju pondok.
Ketika sudah berada dilokasi khataman, kami pun bergegas mencari tempat duduk, hahaha rupanya kami sedikit kurang beruntung, orang orang sudah berjubel duduk menmpati tikar yang sudah disediakan, kami pun berdiri dan menoleh kesana kemari untuk mencari celah diantara orang orang, mungkin saja ada ada tempat, yaa untunglah, kami “mrepet mrepet” dan dapat juga
Doa mulai dipanjatkan, kami semua meng”aamiini”, tapi dari semua doa doa yang ada, saya terpaku pada doa yang satu ini, yaitu doa “birrul walidain” , yaaaapp,, itu doa untuk kedua orang tua, doa yang mengandung arti dalam, dan setiap membaca arinya, bias bergetar dan bahkan nangis.
Tapi dari semua cerita diatas bukan tujuan utama saya menulis ini, tujuan utama saya menulis ini yaitu terdapat pada ceramah habib taufiq tentang nilai nilai kehidupan yang rumit dan berat, sangat harus berhati hati jika kita tidak ingin terpeleset didunia ini, akhlak itu sangat perlu, ilmu juga perlu, taat itu wajib,, intinya semua sikap terhadap horizontal dan vertical harus berjalan, salah satu tidak berjalan, maka sia sia
Sebuah contoh masalah, “pada suatu hari ada beberapa kios ludes terbakar, tapi anehnya sebuah kios disana ada satu yang tidak terbakar, yang tidak lain kios milik orang saleh. Dan seseorang mengabarkan pada pemilik kios,” “pak, kios bapak tidak terbakar’” dan dijawab sama pemilik kios tersebut, “Alhamdulillah” seketika itu sang pemilik kios itu ingat bahwa dia mengucapkan Alhamdulillah diantara kesusahan orang orang lain, seketika itupula dia beristighfar dan memohon ampun pada Allah, dia takut kalau semua kebaikan yang dia lakukan selama ini bisa rontok akibat yang dia ucapkan, subhannallah
 Inilah inti yang ingin saya tulis, betapa beratnya hidup manusia itu, kita harus berhati hati, semua yang kita lakukan haruslah ada dasarnya, dan haruslah kita tetap waspada.
Semoga kita semua diberi ridho oleh Allah azzawajalah untuk senantiasa istikomah berbuat baik, dan selalu bisa menggapai ilmu Allah yang bertebaran di muka bumi ini, aamiin,
waassalam


maaf kalau tulisannya berantakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar