Yang saya tahu,
Singa itu betapa mengerikan dan gagahnya jika dipandang,
akan tetapi sangat melankolic kalau dia sedang bercinta (yaiyalah)
Tapi lihat dulu kawan, coba bandingkan dengan monyet
Singa jantan tampak kalem kalem saja ketika sedang berduaan
dengan betinanya, bahkan sepertinya acuh dengan pasangannya. Tapi jangan pernah
sekali sekali kamu mengganggu betinanya, malah kamu bisa menjadi santapanya,
dia tidak suka sama sekali kalau betinanya diganggu oleh yang lain, dia akan
menunjukan betapa tidak terimanya dan menjadi “tameng” terdepan kalau betinanya
atau keluarganya jika di ganggu,
Kalau dibandingkan dengan monyet,
Monyet selalu menampakan kemesrahan dimuka umum, tampak
berbeda sekali dengan singa, monyet menebar kasih sayangnya dan tidak malu
untuk bermesrahan walaupun sedang digerumunan orang, tapi cobalah kau ganggu
dengan melempar botol kea rah betinanya, si jantannya bakal tunggang langgang dan
menjauhi betinanya, dan seakan akan kemesrahan yang dia pamerkan tadi ga
pernah terjadi.
Dari sini bisa ditarik kesimpulan, betapa semunya betapa
palsunya cinta atau kemesrahan yang tampak pada monyet, atau orang orang yang
selalu bilang I love you dimuka umum,
Oke kita seakan akan terkesima oleh semua itu, oke
sepertinya mereka berdua (pasangan) serasi banget, tapi lihatlah cerita dari
monyet dan singa tersebut.
Cinta, romantisme itu tidak untuk konsumsi umum teman, cinta
itu dimana kita berdua bisa saling menjaga waktu tiada,
Jangan jadi pengecut seperti monyet, yang riya’ cinta tapi
fakir hati
aku ga mau itu terjadi kepadamu kelak, aku begini karena bukan karena aku tidak bisa begitu, tapi aku ga mau kemesrahan kita dinikmati oleh orang lain, itu saja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar