Kamis, 01 Agustus 2013

Dari buku yang saya baca berjudul “mata air hikmah ibnu Al qayyim”, saya mencoba untuk merangkum apa yang ada dibuku ini dari apa yang saya dapat, Insya Allah
Pertama, ada bab yang menerangkan bahwa, orang orang yang mengikuti perang badar, orang orang tersebut (yang masih hidup) diperbolehkan untuk berbuat sesuka hatinya,  dan itu ada hadistnya
“tahukah kamu bahwa Allah telah mengampuni (dosa-dosa) para pengikut perang badar seraya berfirman: “berbuatlah sesukamu, karena Aku telah mengampuni dosa dosamu”
Banyak orang merasa kesulitan memahami hadist diatas, dan saya juga kesulitan memahami itu, pikirku, loh kok enak sekali mereka mendapat perlakuan seperti itu, dan andai saja saya ikut dalam peperangan badar, alangkah senangnya saya dapat fasilitas tersebut.
Disini banyak terjadi penafsiran, ada beberapa pendapat mengenai hadist tersebut,, kalau saya boleh memilih, dari sekian banyak penafsiran
orang orang yang mengikuti perang badar merupakan orang orang pilihan Allah, perang badar tersebut dibantu pula tentaratentara Allah yaitu berupa malaikat malaikat, pantas saja musuh berjatuhan padahal pasukan muslim tidak meyerang, disini kita bisa melihat kekuasaan gusti Allah, kita tidak bisa berbuat apa apa kalau Allah sudah menakdirkan seperti itu, pihak muslim pun menang.
Naah, dari sini orang orang yang mengikuti perang badar dan mendapat fasilitas tersebut bukannya malah sombong atau melaksanakan maksiat setelah mendapatkan fasilitas tersebut, malahan mereka justru lebih bertakwa kepada Allah, inilah pembeda orang orang perang badar dengan orang orang lain, dan Allah Maha Tahu tentang makhluknya, Allahu Akbar
Dan patut diketahui, bahwa setelah perang badar berakhir, ada sebuah perang yang sangat sangat besar dan terjadi pada semua manusia
Sahabat bertanya pada nabi “ya Rosulullah, apakah ada perang yang lebih lagi setelah perang ini (badar)”
Rosulullah pun menjawab, “ada, yaitu perang melawan hawa nafsu”
Kitapun mengetahui betapa dahsyatnya perang badar yang terjadi pada saat kaum muslimin berpuasa, itupun pasukan kaum muslimin sangat sedikit jika dibandingkan dengan kaum kafir
Coba bayangkan betapa dahsyatnya hawa nafsu jika kita tidak mempersiapkan matang matang, kita bakal tidak berdaya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar