Dari buku yang saya baca berjudul “mata air hikmah ibnu Al
qayyim”, saya mencoba untuk merangkum apa yang ada dibuku ini dari apa yang
saya dapat, Insya Allah
Pertama, ada bab yang menerangkan bahwa, orang orang yang
mengikuti perang badar, orang orang tersebut (yang masih hidup) diperbolehkan
untuk berbuat sesuka hatinya, dan itu
ada hadistnya
“tahukah kamu bahwa Allah telah mengampuni (dosa-dosa) para
pengikut perang badar seraya berfirman: “berbuatlah sesukamu, karena Aku telah
mengampuni dosa dosamu”
Banyak orang merasa kesulitan memahami hadist diatas, dan
saya juga kesulitan memahami itu, pikirku, loh kok enak sekali mereka mendapat
perlakuan seperti itu, dan andai saja saya ikut dalam peperangan badar,
alangkah senangnya saya dapat fasilitas tersebut.
Disini banyak terjadi penafsiran, ada beberapa pendapat
mengenai hadist tersebut,, kalau saya boleh memilih, dari sekian banyak
penafsiran
orang orang yang mengikuti perang badar merupakan orang
orang pilihan Allah, perang badar tersebut dibantu pula tentaratentara Allah
yaitu berupa malaikat malaikat, pantas saja musuh berjatuhan padahal pasukan
muslim tidak meyerang, disini kita bisa melihat kekuasaan gusti Allah, kita
tidak bisa berbuat apa apa kalau Allah sudah menakdirkan seperti itu, pihak muslim
pun menang.
Naah, dari sini orang orang yang mengikuti perang badar dan
mendapat fasilitas tersebut bukannya malah sombong atau melaksanakan maksiat
setelah mendapatkan fasilitas tersebut, malahan mereka justru lebih bertakwa
kepada Allah, inilah pembeda orang orang perang badar dengan orang orang lain,
dan Allah Maha Tahu tentang makhluknya, Allahu Akbar
Dan patut diketahui, bahwa setelah perang badar berakhir,
ada sebuah perang yang sangat sangat besar dan terjadi pada semua manusia
Sahabat bertanya pada nabi “ya Rosulullah, apakah ada perang
yang lebih lagi setelah perang ini (badar)”
Rosulullah pun menjawab, “ada, yaitu perang melawan hawa
nafsu”
Kitapun mengetahui betapa dahsyatnya perang badar yang
terjadi pada saat kaum muslimin berpuasa, itupun pasukan kaum muslimin sangat
sedikit jika dibandingkan dengan kaum kafir
Coba bayangkan betapa dahsyatnya hawa nafsu jika kita tidak
mempersiapkan matang matang, kita bakal tidak berdaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar